tuntutan sosial

gara-gara friendster dikenal sebagai empu-nya social networking, dan sangat populer di indonesia, padahal masih banyak social networking sites lain yang menurut gue lebih bagus, lebih spesifik, lebih rapih, lebih ngga sekedar "punya fs ngga lo?", gue jadi harus tetep mengupdate profile di friendster, cuma karena tuntutan sosial. padahal gue paling males kalo update profile, upload foto baru, bikin testi, bla bla bla. gue termasuk orang yang paranoid untuk ngasih personal information ke dunia luar, apalagi internet, yang practically lo bisa search apaan aja ttg seseorang. afaik, dulu friendster tempatnya ajang popularitas, banyak2an friends, banyak2an account friendster, sekarang jadi tempat kalo lo baru kenal orang atau pengen liat someone, lo bisa "hmmm, dia punya friendster ngga ya?", "tampangnya kyk gimana ya?", "baca testinya ahhh". fenomena kyk gini nih yang gue ga pengen terjadi ama gue. gue sadar.. tujuan friendster mungkin utk "ohhh, dia temennya si ini toh", atau "lhooo kok, dia kenal sama ini?", which is, to find new friends. tapi yahh.. tau deh. gue doang kali yang mikir gini. its not that im not anti-social, im just not user friendly.

Leave a Reply